Kamis, 11 September 2014

Yuk kita tebarkan Salam . . . :)


J KEUTAMAAN SALAM J

Diantara akhlak terpuji yang diperintahkan islam adalah memberi salam . salam merupakan ungkapan yang menggambarkan bahwa antara si pemberi salam dan yang diberi salam tidak ada sengketa apapun. Yang ada hanya perasaan cinta, persahabatan, dan persaudaraan. Ucapan salam memang kelihatannya sederhana,  tapi siapa menduga dibalik kesederhanaannya itu mengandung hikmah dan keutamaannya . beberapa diantara hikmah dan keutamaan salam adalah karena salam merupakan perintah Allah dan Rasulnya. Rasululloh memerintahkan kami untuk melakukan 7 perkara yaitu:
-          Menjenguk orang sakit
-          Mengiringi jenazah
-          Mendo’akan orang yang bersin yang memuji Allah
-          Membantu orang yang lemah
-          Menolong orang yang di zholimi
-          Mengucapkan salam
-          Memenuhi sumpah

Salam akan menumbuhkan rasa kasih sayang. “Kamu tidak akan masuk surga sampai kamu beriman . dan kamu tidak beriman sampai kamu saling mencintai. Maukah kamu aku tunjukan seseuatu perbuatan yang  bisa membuatmu saling mencintai? Yaitu sebarkanlah salam diantara sesamamu”.
Berkata Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman. Kalian tidak beriman secara sempurna sehingga kalian saling mencinta. Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara bila kalian lakukan akan saling mencinta? Biasakanlah mengucapkan salam di antara kalian (apabila berjumpa).” (HR Muslim)

Dengan kata lain Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ingin menjelaskan bahwa kumpulan Muslim yang tidak suka saling menebar salam maka tidak akan saling mencinta. Bila atmosfir saling mencinta tidak ada, maka keimanannya diragukan keberadaannya. Dan jika keimanannya diragukan, maka kemungkinan masuk surga-pun menjadi kecil. 

Salah satu tuntunan Islam ialah perkara bertegur sapa antara seorang beriman dengan Muslim lainnya. Nabi Muhammadshollallahu ’alaih wa sallam mencontohkan bahwa bila seorang Muslim berjumpa dengan Muslim lainnya, maka hendaklah ia mengucapkan sapaan khas Islam yaitu As-Salamu ‘Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh, artinya Salam damai untukmu dan semoga Rahmat dan Keberkahan Allah menyertaimu. Subhanallah...! Begitu indahnya tegur-sapa yang diajarkan agama Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman.

Salam juga merupakan amalan yang terbaik dalam islam. Dari Abdullah bin Amar bin  As seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah “apakah amalan yang paling baik dari islam?” beliau menjawab “memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang telah kamu kenal dan yang belum kamu kenal” (HR Bukhari) Berkah dan kebaikan dari Allah SWT akan tercurah untuk  si pemberi salam. Maka ketika kamu masuk rumah ucapkan salam untuk dirimu sebagai penghormatan dari Allah yang berisi berkah dan kebaikan. Mengucapkan salam akan menjadi amalan yang memasukkan pelakunnya ke surga. Wahai manusia tebarkanlah salam berikanlah makan lakukan  silaturahim dan solatlah malam ketika orang lain ter tidur. Maka engkau akan masuk surga dengan selamat. Salam dapat diucapkan ketika bertemu dengan seseorang baik yang sudah dikenal maupun yang belum selama ia muslim . apabila kamu bertemu dengan saudaramu maka ucaplah salam, jika terhalang oleh pohon, tembok atau batu maka ucapkan salam ketika menemuinya.

Salam juga diucapkan ketika memasuki rumah orang lain begitu pula rumah sendiri. Wahai orang-orang  yang beriman janganlah kamu masuk rumah orang lain hingga kamu minta izin dan mengucapkan salam kepada penghuninya. Apabila seseorang masuk ke sebuah majelis maka hendaknya mengucapkan salam . dan jika dia mau pergi hendaknya mengucapkan salam. Tidaklah salam yang pertama tadi lebih baik untuk diucapkan daripada yang Akhir.  Apabila ada yang menyebut salam maka yang yang menerima mengucapkan Wa’Alaikumsalam Warohmatullohi Wabarokatuh.

Saudaraku, marilah kita berlomba untuk masuk surga dengan jalan senantiasa menebar salam satu sama lain di antara sesama kaum muslimin. Sungguh sederhana, namun sebagian kita enggan melakukannya. Padahal akibat yang ditimbulkannya menjadi idaman setiap Muslim: Masuk surga…! Bukankah ini bentuk kompetisi satu-satunya yang dibenarkan Allah untuk diperebutkan di antara sesama Muslim?
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,” (QS Ali Imran ayat 133)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar